KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA

23/06/2021 - 07:11 AM

Sistem Pelayanan Dokter Tanaman (SINANDA)

Di Publish Pada : 09/09/2019 | Kategori : page

Sistem Pelayanan Dokter Tanaman (SINANDA)

1. Jenis Layanan

     Pelayanan kepada masyarakat yang berhubungan dengan gangguan pada tanaman yang diusahakan melalui diseminasi informasi OPT, hasil diagnosis, hasil identifikasi, saran pengendalian dan anjuran teknis pengendalian OPT

2. Jam Pelayanan

Jadwal Kerja

Waktu

Senin – kamis

Istirahat

Jumat

Istirahat

Pukul 07.30 – 16.00

Pukul 12.00 – 13.00

Pukul 07.30 – 16.30

Pukul 11.30 – 13.00

 3. Persyaratan Sistem Pelayanan Dokter Tanaman (SINANDA)

  1. Mengisi formulir permohonan pelayanan
  2. Mengisi formulir kaji ulang permintaan yang disediakan oleh BBPPTP Surabaya

4. Prosedur Sistem Pelayanan Dokter Tanaman (SINANDA)

A. Output Informasi OPT

  1. Pengguna jasa mengisi Surat Permohonan (SP) yang ditujukan kepada Kepala Balai dan mengisi Formulir Kaji Ulang Permintaan (KUP).
  2. Petugas layanan menerima SP dan KUP dari pengguna jasa dan menyerahkan SP kepada Kepala Balai.
  3. Kepala Balai menerima SP dan KUP kemudian memerintah Dokter Tanaman untuk memberikan pelayanan.
  4. Dokter Tanaman memberikan informasi kepada pengguna jasa dan Dokter Tanaman akan menyusun hasil Informasi dan dimintakan pengesahan pada Kepala Bidang atau Kepala Seksi.
  5. Kepala Bidang atau Kepala Seksi akan mengesahkan hasil Informasi OPT dan diserahkan pada petugas layanan.
  6. Petugas layanan menerima hasil informasi OPT yang telah disahkan Kepala Bidang atau Kepala Seksi.
  7. Petugas layanan mendokumentasikan hasil informasi OPT dan memberikan hasil Informasi OPT kepada pengguna jasa
  8. Pengguna jasa menerima hasil informasi OPT yang telah disahkan Kepala Bidang atau Kepala Seksi.

B. Output Hasil Diagnosis OPT

  1. Pengguna jasa mengisi Surat Permohonan (SP) yang ditujukan kepada Kepala Balai dan mengisi Formulir Kaji Ulang Permintaan (KUP).
  2. Petugas layanan menerima SP dan KUP dari pengguna jasa dan menyerahkan kepada Kepala Balai.
  3. Kepala Balai menerima SP dan KUP kemudian menugaskan petugas layanan dan Dokter Tanaman untuk memberikan pelayanan.
  4. Petugas layanan melayani pengguna jasa sesuai dengan permohonan yang disampaikan pengguna jasa dan menanyakan sampel yang dibawa oleh pengguna jasa.
  5. Pengguna jasa memberikan sampel yang dibawa kepadaPetugas layanan untuk diperiksa.
  6. Petugas layanan memberikan sampel yang telah diperiksa dan layak untuk didiagnosis kepada Dokter Tanaman dan mengisi Form Penyerahan Sampel OPT.
  7. Dokter tanaman menerima sampel dan mengisi form penerimaan sampel, melaksanakan diagnosis OPT, menyusun hasil Diagnosis OPT dan menyerahkan Formulir Hasil Diagnosis OPT kepada Kepala Bidang atau Kepala Seksi untuk disahkan.
  8. Kepala Bidang atau Kepala Seksi menerima Formulir Diagnosis OPT, mengesahkan dan menyerahkan kepada Petugas layanan.
  9. Petugas layanan menerima Formulir Diagnosis OPT yang telah disahkan Kepala Bidang atau Kepala Seksi , melakukan pendokumentasian kemudian menyerahkan kepada pengguna jasa.
  10. Pengguna jasa menerima Formulir Hasil Diagnosis OPT yang telah disahkan.

C. Output Hasil Identifikasi OPT

  1. Pengguna jasa mengisi Surat Permohonan (SP) yang ditujukan kepada Kepala Balai dan mengisi Formulir Kaji Ulang Permintaan (KUP).
  2. Petugas layanan menerima SP dan KUP dari pengguna jasa dan menyerahkan kepada Kepala Balai.
  3. Kepala Balai menerima SP dan KUP kemudian menugaskan petugas layanan dan Dokter Tanaman untuk memberikan pelayanan.
  4. Petugas layanan melayani pengguna jasa sesuai dengan permohonan yang disampaikan pengguna jasa dan menanyakan sampel yang dibawa oleh pengguna jasa.
  5. Pengguna jasa memberikan sampel yang dibawa kepadaPetugas layanan untuk diperiksa.
  6. Petugas layanan memberikan sampel yang telah diperiksa dan layak untuk diidentifikasi kepada Dokter Tanaman dan mengisi Form Penyerahan Sampel OPT.
  7. Dokter Tanaman menerima sampel, mengisi form Penerimaan sampel, melaksanakan identifikasi OPT , menyusun hasil identifikasi OPT, melaporkan hasil identifikasi dan menyerahkan Form Hasil Identifikasi OPT kepada Kepala Bidang atau Kepala Seksi Untuk disahkan.
  8. Kepala Bidang atau Kepala Seksi menerima Formulir Identifikasi OPT, mengesahkan dan menyerahkan kepada Petugas layanan.
  9. Petugas layanan menerima Formulir Identifikasi OPT yang telah disahkan Kepala Bidang atau Kepala Seksi , melakukan pendokumentasian kemudian menyerahkan kepada pengguna jasa.
  10. Pengguna jasa menerima Formulir Hasil Identifikasi OPT yang telah disahkan.
  11. Jika sampel yang dibawa pengguna jasa tidak layak untuk dianalisis, maka petugas layanan akan memberikan formulir persetujuan peninjauan lapang kepada pengguna jasa.
  12. Jika pengguna jasa tidak setuju, maka pengguna jasa akan menerima hasil Informasi OPT, dan jika pengguna jasa setuju dilakukan peninjauan lapang maka petugas layanan akan menyerahkan SP dan KUP kepada Kepala Balai meminta disposisi untuk peninjauan lapang.
  13. Kepala Balai menerima SP dan KUP untuk peninjauan lapang dan memerintahkan Dokter Tanaman untuk melakukan peninjauan lapang
  14. Dokter Tanaman melakukan peninjauan lapang, mengambil sampel, memberi kode sampel, melakukan analisis /identifikasi di laboratorium kemudian menyusun hasil identifikasi OPT untuk disahkan Kepala Bidang/Kepala Seksi
  15. Kepala Bidang atau Kepala Seksi menerima Formulir Identifikasi OPT, mengesahkan dan menyerahkan kepada Petugas layanan
  16. Petugas layanan menerima Formulir Identifikasi OPT yang telah disahkan Kepala Bidang atau Kepala Seksi , melakukan pendokumentasian kemudian menyerahkan kepada pengguna jasa.
  17. Pengguna jasa menerima Formulir Hasil Identifikasi OPT dari Lapang yang telah disahkan.

D. Output Rekomendasi Pengendalian OPT

  1. Pengguna jasa mengisi Surat Permohonan (SP) yang ditujukan kepada Kepala Balai dan mengisi Formulir Kaji Ulang Permintaan (KUP).
  2. Petugas layanan menerima SP dan KUP dari pengguna jasa dan menyerahkan kepada Kepala Balai.
  3. Kepala Balai menerima SP dan KUP kemudian menugaskan petugas layanan dan Dokter Tanaman untuk memberikan pelayanan.
  4. Petugas layanan melayani pengguna jasa sesuai dengan permohonan yang disampaikan pengguna jasa dan memeriksa sampel yang dibawa oleh pengguna jasa.
  5. Pengguna jasa memberikan sampel yang dibawa kepadaPetugas layanan untuk diperiksa.
  6. Petugas layanan memberikan sampel yang telah diperiksa dan layak untuk didiagnosis kepada Dokter Tanaman dan mengisi Form Penyerahan Sampel OPT.
  7. Dokter Tanaman menerima sampel, mengisi form Penerimaan sampel, melaksanakan identifikasi OPT , menyusun hasil identifikasi OPT, menyusun Rekomendasi pengendalian OPT sesuai hasil identifikasi, melaporkan hasil rekomendasi Pengendalian OPT melalui Formulir Rekomendasi Pengendalian OPT, dan menyerahkan form tersebut kepada Kepala Bidang atau Kepala Seksi Untuk disahkan.
  8. Kepala Bidang atau Kepala Seksi menerima Formulir Rekomendasi Pengendalian OPT, mengesahkan dan menyerahkan kepada Petugas layanan.
  9. Petugas layanan menerima Formulir Rekomendasi Pengendalian OPT yang telah disahkan Kepala Bidang atau Kepala Seksi , melakukan pendokumentasian kemudian menyerahkan kepada pengguna jasa.
  10. Pengguna jasa menerima Formulir Hasil Rekomendasi Pengendalian OPT yang telah disahkan.
  11. Output Anjuran Teknis Pengendalian OPT
  12. Pengguna jasa mengisi Surat Permohonan (SP) yang ditujukan kepada Kepala Balai dan mengisi Formulir Kaji Ulang Permintaan (KUP).
  13. Petugas layanan menerima SP dan KUP dari pengguna jasa dan menyerahkan kepada Kepala Balai.
  14. Kepala Balai menerima SP dan KUP kemudian menugaskan petugas layanan dan Dokter Tanaman untuk memberikan pelayanan.
  15. Petugas layanan melayani pengguna jasa sesuai dengan permohonan yang disampaikan pengguna jasa dan meminta persetujuan untuk melaksanakan peninjauan lapang, menyerahkan form persetujuan peninjauan lapang kepada Kepala Balai untuk diberikan disposisi.
  16. Kepala Balai memerintahkan Dokter Tanaman untuk melakukan peninjauan lapang.
  17. Dokter Tanaman melakukan peninjauan lapang, mengambil sampel, memberi kode sampel, melakukan identifikasi OPT, menyusun Anjuran Teknis Pengendalian OPT sesuai dengan kondisi lapang dan menyerahkan Form Anjuran Teknis pengendalian OPT untuk disahkan Kepala Bidang/Kepala Seksi.
  18. Kepala Bidang atau Kepala Seksi menerima Formulir Anjuran Teknis Pengendalian OPT, mengesahkan dan menyerahkan kepada Petugas layanan.
  19. Petugas layanan menerima Formulir Anjuran Teknis Pengendalian OPT yang telah disahkan Kepala Bidang atau Kepala Seksi , melakukan pendokumentasian kemudian menyerahkan kepada pengguna jasa.
  20. Pengguna jasa menerima Formulir Hasil Anjuran Teknis Pengendalian OPT yang telah disahkan.

5. Jangka Waktu Penyelesaian Pekerjaan

No

Jenis Pelayanan

Standar Waktu Pelayanan

1

2

3

4

5

Informasi

Diagnosis OPT tanaman perkebunan

Identifikasi OPT Tanaman Perkebunan

Rekomendasi PengendalianOPT

Anjuran Teknis Pengendalian OPT

1 hari

3 hari

14 hari

20 hari

20 hari

6. Biaya Pelayanan

No

Jasa Penerimaan Negara Bukan Pajak

Satuan

Tarif

1

Pengujian Identifikasi OPT (Laboratorium Klinik)

Per sampel

Rp 85.000,00

CALL CENTRE LAYANAN: 

Telephone: 0321-496430

Faximile: 0321-496430

Handphone: 081135128929

Email: balaibesarsurabaya@gmail.com


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 39
Total pengunjung : 90959

Polling

Polling Layanan Informasi Website

Bagaimana layanan informasi yang tersedia di website ini ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Raya Mojoagung No.52, Gambiran, Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61482, Indonesia
Telp. : (0321) 496430; 495842 Fax : (0321) 496430 ; 495842. Email : balaibesarsurabaya@pertanian.go.id