KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA

23/06/2021 - 07:33 AM

Teknik Penjaminan Mutu di Laboratorium Kimia

Di Publish Pada : 16/12/2020 | Kategori : PROTEKSI

Oleh:

Bayu Refindra Fitriadi, S.Si, M.Sc

PMHP Ahli Muda

 

Jaminan mutu adalah suatu cara untuk meyakinkan pelanggan bahwa mutu produk (hasil uji laboratorium) yang dihasilkan sudah memenuhi persyaratan dari laboratorium itu sendiri maupun dari pelanggan dan regulasi. Persyaratan laboratorium berkaitan dengan kondisi dan kemampuan laboratorium itu sendiri. Sebagai contoh, laboratorium hanya mampu menganalisa residu pestisida dengan batas pengukuran mg/kg, sehingga laboratorium tidak dapat mensyaratkan pengujian dengan kadar ppb (ug/kg). Terkait persyaratan pelanggan, pelanggan akan memilih laboratorium yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan persyaratan yang diperlukan oleh pelanggan, sedangkan persyaratan regulasi, laboratorium akan diakui pemerintah apabila memenuhi persyaratan yang dibuat oleh pemerintah.

Adapun tujuan dari jaminan mutu adalah untuk memberi keyakinan dan memastikan bahwa pengujian telah efektif dan efisien. Artinya setiap tahapan sudah dijalankan sesuai dengan prosedur yang disyaratkan untuk bisa mengendalikan kesalahan-kesalahan. Dengan mengendalikan kesalahan, laboratorium dapat memastikan hasil yang diperoleh selalu dalam koridor yang bernilai benar. Kesalahan yang mungkin terjadi diantaranya kesalahan dalam pengelolaan sampel, kesalahan pada pemilihan peralatan, kesalahan pada pemilihan metode, kondisi akomodasi yang kurang memadai, analis yang kurang kompeten, pemenuhan bahan kimia yang kurang memenuhi persyaratan teknis.

Melalui pengendalian mutu yang sistematik dan terencana, tahapan dalam proses pengujian dapat dikendalikan, dipantau dan diperiksa untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu berjalan secara efektif dengan cara:

  1. Mengukur apa yang terjadi, Artinya laboratorium mengetahui kondisi saat ini yang sedang terjadi terkait kondisi kemampuan laboratorium. Misalnya laboratorium hanya punya alat spektrofotometri, maka kemampuannya melakukan analisis hanya dengan metode spektrofotometri sehingga kisaran hasil ujinya adalah ppm, tidak bisa mencapai hasil ppb atau yang lebih kecil
  2. Membandingkan terhadap apa yang seharusnya terjadi, yaitu laboratorium bisa memprediksi apa yang seharusnya terjadi dengan kemampuan laboratorium, sehingga laboratorium hanya bisa melakukan atau melayani pelanggan yang membutuhkan hasil uji dengan kisaran hasil uji ppm.

  

Selengkapnya


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 40
Total pengunjung : 90960

Polling

Polling Layanan Informasi Website

Bagaimana layanan informasi yang tersedia di website ini ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Raya Mojoagung No.52, Gambiran, Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61482, Indonesia
Telp. : (0321) 496430; 495842 Fax : (0321) 496430 ; 495842. Email : balaibesarsurabaya@pertanian.go.id