KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA

23/06/2021 - 06:35 AM

PELUANG PENINGKATAN NILAI TAMBAH PADA USAHA KOPI EKSELSA WONOSALAM JOMBANG MELALUI ASPEK PERBENIHAN   

Di Publish Pada : 02/03/2021 | Kategori : PERBENIHAN

 

Oleh :

PH. Padang

PBT BBPPTP Surabaya

 

  1. PENDAHULUAN

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi diantara tanaman perkebunan lainnya dan juga sebagai penghasil devisa negara. Pengembangan kopi di Indonesia telah berlangsung sejak lama yaitu sejak jaman kolonial Belanda. Pada saat itu pertama kali yang dikembangkan adalah jenis kopi arabika. Kopi arabika tersebut di tanam pada semua daerah baik dataran tinggi maupun dataran rendah.

Sejak terjadinya serangan penyakit karat daun, maka banyak tanaman kopi arabika yang mengalami kematian, utamanya yang di tanam pada ketinggian di bawah 1000 mdpl. Untuk menggantikan populasi kopi yang mati tersebut maka Belanda mendatangkan jenis kopi Liberika yang lebih tahan terhadap penyakit karat daun dan ditanam pada daerah dengan ketinggian di bawah 1000 m dpl. Pengembangan kopi Liberika tidak berlangsung lama karena ternyata produksinya rendah dan cita rasanya masih di bawah kopi Arabika. Selanjutnya kopi Robusta hadir menggantikan pertanaman kopi Liberika karena kopi ini mempunyai produksi yang tinggi.

Kopi ekselsa (coffea excelsa) telah diklasifikasikan ulang sebagai anggota keluarga jenis Liberika. Namun, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga banyak para penikmat kopi masih menganggapnya sebagai spesies terpisah. Karakteristik kopi ekselsa sangat unik dan sering digunakan sebagai campuran kopi arabika dan robusta membuat cita rasa yang muncul menjadi lebih kompleks. Rasa yang tercipta dari jenis biji kopi ini agak seperti buah dan beberapa penikmatnya mengatakan bahwa rasanya seperti tart atau 'light roast'.

Menurut CNN Indonesia yang dikutip dari Caffeinesolution, jenis biji kopi liberika (coffea liberica) pertama kali tumbuh di daratan Afrika dari Liberia, Uganda, dan Angola hingga akhirnya menyebar ke Asia Tenggara seperti Indonesia dan Filipina. Negara ini menjadi negara yang pertama memanen dan menjual kopi liberika.

Kopi ekselsa sebagian tumbuh besar di Asia Tenggara dan hanya menyumbang 7 persen dari komoditas kopi di seluruh dunia. Jenis kopi ini lebih banyak ditemukan di Vietnam. Penikmat kopi ekselsa Vietnam mengatakan bahwa cita rasanya sangat kuat, mirip dengan kayu yang terbakar dengan tingkat keasaman dan minyak yang rendah. Hal itu bisa membuat rasa yang lebih tajam.

Selengkapnya


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 88
Total pengunjung : 90958

Polling

Polling Layanan Informasi Website

Bagaimana layanan informasi yang tersedia di website ini ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Raya Mojoagung No.52, Gambiran, Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61482, Indonesia
Telp. : (0321) 496430; 495842 Fax : (0321) 496430 ; 495842. Email : balaibesarsurabaya@pertanian.go.id