KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN SURABAYA

22/11/2017 - 09:35 PM
Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya >> Sahabat Setia Petani (SiANI) >> tes 1 >> tes2

PERTEMUAN REGIONAL KEGIATAN PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN DI WILAYAH KERJA (BBPPTP) SURABAYA

Di Publish Pada : 06/11/2017 | Kategori : PERKEBUNAN

Solo, Dalam upaya untuk  mewujudkan terbentuknya kerja sama dan  mensinkronisasikan tugas dan wewenang dalam rangka pelaksanaan kegiatan strategis yang telah menjadi program nasional di Bidang Perkebunan antara Balai Besar  Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Propinsi, maka pada tanggal 2-4 agustus 2017 dilaksanakan Pertemuan Regional Kegiatan Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan di Wilayah Kerja BBPPTP Surabaya. Kegiatan Pertemuan  bertempat di  Hotel  Swiss Bell Hotel Solo.

Pertemuan ini dihadiri oleh  Direktur Jenderal Perkebunan, Direktur Perlindungan Perkebunan, Direktur Perbenihan Perkebunan, Kepala/perwakilan UPTD wilayah Kerja BBPPTP Surabaya dan Kepala BBPPTP Medan. Pertemuan ini bertujuan Menyamakan pemahaman antara Pusat (Direktorat Jenderal Perkebunan dan UPT Vertikal) serta daerah dalam rangka pelaksanaan kegiatan perbenihan dan proteksi tanaman perkebunan untuk mewujudkan pembangunan perkebunan berkelanjutan. Mensinkronkan tugas dan kewenangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan strategis yang telah menjadi program nasional di Bidang Perkebunan.

Kepala Dinas  Pertanian dan Perkebunan Propinsi Jawa tengah yang diwakili oleh kepala Balai Benih Tanaman Perkebunan Ir. R. Pradoto Mahardjono, MMA dalam  sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya yang telah memilih Solo untuk menyelenggarakan ini pertemuan ini, beliau mengatakan bahwa  mulai tahun 2017 ini dinas perkebunan Propinsi Jawa Tengah berubah menjadi Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kopi, kakao, tebu dan tembakau memberikan kontribusi yang paling besar disektor agribisnis.

Acara ini dibuka oleh Direktur  Jenderal  Perkebunan Ir. Bambang, MM.  Dalam arahanannya  Direktur Jenderal Perkebunan mengatakan bahwa koordinasi dan kerjasama antara BBPPTP Surabaya dengan UPTD Provinsi di wilayah kerja merupakan hal yang sangat penting untuk  meningkatkan  Efektivitas Kelembagaan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bidang Perkebunan dan tata hubungan kerja yang harmonis.  Kita ketahui bersama pada tahun 2017 ini terjadi Perubahan Susunan Organisasi Tata Kelola  (SOTK) di seluruh indonesia yang menyebabkan penggabungan Dinas Perkebunan kepada Dinas Lain, hal ini salah satu yang menghambat percepatan pembangunan perkebunan, Meski demikian kita tetap harus berkerja keras dan ikhlas agar pembangunan perkebunan tetap berjalan dengan baik, kita tunjukkan bahwa perkebunan menjadi sektor yang sangat penting bagi Indonesia. Pembangunan kawasan perkebunan akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, oleh karena itu semua daerah harus memiliki kawasan perkebunan.

  Dalam cara ini juga disampaikan materi yang berkaitan dengan perkebunan diantaranya:

  1. Kebijakan perlindungan perkebunan dalam mendukung pembangunan perkebunan oleh Drs. Dudi Gunadi, M.Si, B.Sc.
  2. Kebijakan Perbenihan Perkebunan dan Pelaksaan tahun benih Perkebunan Oleh Ir. H. Muhammad Anas, M.Si
  1. Anomali iklim Dampak terhadap Perkembangan OPT Perkembangan OPT Perkebunan dan Strategi Pengendaliannya oleh  Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc dari Fak. Pertanian UGM Yogyakarta.
  1. Pengawasan peredaran benih Oleh Ir. Anita lindiati
  2. Potensi Benih Wilayah Kerja BBPPTP Surabaya Oleh Ir. Anita lindiati

 

Berdasarkan arahan Direktur Jenderal Perkebunan, pemaparan dari para narasumber dan hasil diskusi serta masukan dari peserta selama pertemuan, maka dirumuskan hal-hal sebagai berikut :

  1. Pemantapan jejaring dan kerjasama di bidang perbenihan antara Direktorat Jenderal Perkebunan, BBPPTP Surabaya, Dinas yang membidangi Perkebunan dan  UPTD Provinsi, dalam upaya mendukung Program ‘Kemandirian Benih”, dengan strategi pengembangan meliputi : potensi sumber benih, teknologi benih, kelembagaan pengawasan dan SDM perbenihan.
  2. Masing-masing UPTD Produksi benih di wilayah kerja BBPPTP Surabaya agar menginventarisasi potensi benih di daerah masing-masing untuk mendukung Program Tahun Mandiri Benih dan Desa Mandiri.
  3. Perlunya langkah percepatan terhadap proses penetapan sumber benih pada daerah-daerah yang diwilayahnya terdapat sumber benih yang sudah pernah ditetapkan oleh Kadisbun Provinsi untuk ditetapkan lebih lanjut oleh Dirjenbun. Langkah percepatan dimaksud sebagai upaya mendukung program mandiri benih tahun 2018
  4. Sesuai Komitmen Direktur Jenderal Perkebunan dan Direktur Perbenihan Perkebunan, Regulasi di bidang perbenihan yang menghambat Program Kemandirian Benih akan segera direvisi.
  5. Sinkronisasi pengawasan peredaran benih lintas provinsi dilakukan dengan cara mengusulkan adanya aturan yang mewajibkan produsen benih melaporkan penyaluran benihnya kepada UPTD setempat dan/atau UPTD Tujuan penyaluran benih.
  6. Kegiatan dana perikatan merupakan salah satu cara untuk menjalin kerjasama dengan UPTD di wilayah kerja dalam rangka meningkatkan pengawasan peredaran benih
  7. BBPPTP Surabaya memberikan dukungan pelayanan  organisasi  yang  berkualitas  sebagai  rujukan  daerah melalui Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Mutu Laboratorium pengujian mutu benih di wilayah kerja yang memberikan rekomendasi terkait upaya peningkatan laboratorium UPTD Provinsi pada aspek personil (SDM), peralatan laboratorium pengujian, metode uji dan validasi metode serta investigasi ketidaksesuaian.
  8. Meningkatkan peran BBPPTP Surabaya sebagai Pelaksana Uji Profisiensi (PUP) dalam rangka memonitor kesinambungan unjuk kerja laboratorium pengujian mutu benih tanaman perkebunan dalam upaya untuk menjamin mutu dan keakuratan data hasil pengujian mutu benih di UPTD Provinsi. 
  9. Meningkatkan upaya penanganan dampak perubahan iklim melalui upaya mitigasi dengan memanfaatkan kearifan lokal dalam upaya melindungi tanaman sehingga tetap mampu berproduksi secara optimal.
  10. Meningkatkan kemampuan teknis petugas dengan melaksanakan bimbingan teknis proteksi sehingga permasalahan terkait OPT di wilayah kerjanya dapat terselesaikan dengan baik.
  11. Desa Mandiri Agens Pengendali Hayati (APH) merupakan salah satu solusi dalam pengendalian OPT perkebunan sehingga eksplosi OPT dapat dihindari karena petani secara mandiri mampu melaksanakan tindakan pengendalian OPT.
  12. Pengamatan dan deteksi OPT perkebunan di lapang sangat diperlukan dalam upaya pengendalian OPT sejak dini terutama dalam menghadapi anomali iklim.
  13. Pemanasan global sangat mempengaruhi perkembangan OPT perkebunan, oleh karena itu diperlukan strategi pengendalian OPT yang ramah lingkungan diantaranya adalah pemanfaatan APH, rekayasa lingkungan (ecological engineering),dan pemberian nutrisi tanaman secara berimbang (nutrient budgetting)
  14. Perlu adanya pedoman pengamatan OPT perkebunan agar terdapat keseragaman petugas dalam melakukan pengamatan dan pelaporan data serangan OPT di lapang.
  15. Meningkatkan komunikasi antara daerah – daerah dan pusat – daerah, terkait data perkembangan/serangan OPT serta diagnosis OPT dan anjuran teknis/rekomendasi pengendalian yang diberikan sehingga terjadinya ledakan OPT dapat dihindari.
  16. Perlunya upaya peningkatan kualitas APH yang dilakukan melalui peningkatan mutu SDM, serta eksplorasi dan pemurnian APH untuk menjaga mutunya, sehingga tidak terjadi lagi inkonsistensi hasil pengujian mutu (QC) APH produksi laboratorium UPTD wilayah kerja.
  17. Laboratorium peserta uji banding hendaknya melakukan evaluasi dan tindakan perbaikan, yang dapat dilakukan berupa penyediaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pengujian mutu APH serta peningkatan kompetensi analis penguji mutu APH.
  18. Dengan adanya perubahan nomenklatur SKPD, UPTD wilayah kerja diharapkan segera melakukan koordinasi dengan dinas yang membidangi perkebunan terkait kejelasan pelaporan data serangan OPT perkebunan (ba).

Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Polling

Survey kepuasan website edit

Seberapa sering anda mengunjungi website ditjenbun ??
Setiap hari
Seminggu sekali
Sebulan sekali
Setahun sekali
Tidak Pernah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Raya Mojoagung No.52, Gambiran, Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61482, Indonesia
Telp. : (0321) 496430; 495842 Fax : (0321) 496430 ; 495842. Email : balaibesarsurabaya@pertanian.go.id