KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN SURABAYA

24/02/2018 - 03:14 AM
Selamat Datang di Website kami     BBPPTP Surabaya Sahabat Setia Petani (SiANI)

Potensi Heterorhabditis sp. Dalam Mengendalikan Oryctes rhinoceros

Di Publish Pada : 28/12/2017 | Kategori : PROTEKSI

Oleh:

Erna Zahro’in dan Presti Mardiyani P.

Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman perkebunan (BBPPTP) Surabaya

 

Heterorhabditis sp. Agens Pengendali Hayati Potensial

Weiser (1991) mengemukakan bahwa Steinernematidae dan Heterorhabditidae merupakan Agens Pengendali Hayati  (APH) yang potensial bagi serangga-serangga yang hidup di dalam tanah atau di atas permukaan tanah.  Kelebihan lain yaitu nematoda entomopatogen dapat membunuh inangnya dengan cepat (24 – 48 jam), mempunyai kisaran inang yang luas yaitu dapat membunuh berbagai jenis serangga hama dari berbagai ordo (Lepidoptera, Coleoptera, Diptera dan Hymenoptera), tidak berbahaya bagi organisme bukan sasaran, dapat diproduksi secara masal baik dalam media in vitro maupun in vivo dengan biaya yang relatif murah, dapat diaplikasikan dengan mudah, serta kompatibel dengan APH lain (Ehlers, 1996).  

Nematoda Entomopatogen ini paling banyak terdapat di tanah. Selain itu juga, mampu hidup di permukaan daun, di tempat-tempat yang banyak mengandung bahan organik, di air tawar dan air laut. Di dalam tanah, nematoda hidup dengan cara memanfaatkan bahan organik atau memakan serangga-serangga atau organisme lain. Di dalam tubuh serangga nematoda dapat berkembang biak dengan cepat sampai menghasilkan 2 sampai 3 generasi. Siklus hidup nematoda dari telur menjadi dewasa memerlukan waktu kurang lebih 14 hari. Apabila terdapat nutrisi yang melimpah siklus hidupnya bisa lebih cepat lagi dan sebaliknya apabila tidak tersedia nutrisi yang cukup maka daur hidup nematoda bisa lebih lama. Organisme ini biasa bertahan di dalam tanah, dengan cara inaktif dalam jangka waktu tertentu dan akan melakukan migrasi ke tempat lain apabila tidak ada persediaan makanan yang cukup . Perpindahan nematoda dari suatu tempat ke tempat lain bisa dilakukan secara pasif yakni dengan bantuan air, angin atau terbawa oleh alat-alat pertanian.

 

Slengkapnya


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 36
Total pengunjung : 1797

Polling

Polling Layanan Informasi Website

Bagaimana layanan informasi yang tersedia di website ini ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Raya Mojoagung No.52, Gambiran, Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61482, Indonesia
Telp. : (0321) 496430; 495842 Fax : (0321) 496430 ; 495842. Email : balaibesarsurabaya@pertanian.go.id