BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN SURABAYA
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Pelepasan Varietas oleh Kementan, Kejar Produksi Menuju Benih Unggul

Diposting     Rabu, 22 Mei 2024 08:05 am    Oleh    Admin Balai Surabaya



Sidang Pelepasan Varietas Tanaman perkebunan Semester I Tahun 2024

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman lakukan pelepasan varietas dan memastikan pengembangan berbagai varietas tanaman terus dilakukan dari waktu ke waktu untuk menghasilkan benih unggul yang berkualitas. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu dan produktivitas tanaman pertanian.

Kemudian, Mentan juga menyampaikan perlunya melakukan akselerasi dan upaya untuk menemukan benih yang lebih baik. Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun), Andi Nur Alam Syah dalam Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan 2024 di Surabaya juga menyampaikan pentingnya mengembangkan varietas-varietas tanaman unggul terbaru.

“Kita harus mencari dan mengembangkan varietas-varietas unggul baru yang lebih tahan terhadap hama atau organisme pengganggu tumbuhan (OPT), dapat berproduksi lebih banyak dan yang paling penting dapat dikembangkan sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian,” ungkapnya pada hari Rabu (15/4).

Acara Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan tersebut dihadiri tim penilai varietas yang terdiri dari para ahli yang kompeten serta tim pengusul calon varietas yang akan dilepas. Andi Nur pada kesempatannya menjelaskan bahwa saat ini banyak jumlah varietas yang telah dilepas, tetapi kondisi perbenihan masih dihadapkan dengan berbagai tantangan, salah satunya mengenai ketersediaan benih yang belum sebanding dengan jumlah kebutuhan untuk pengembangan maupun peremajaan.

Sebagai informasi, sekitar tahun 1980, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan telah melepas varietas unggul sebanyak 633 varietas, baik dalam bentuk varietas, klon, galur, lini murni maupun hibrida. Varietas ini tersebar di 35 komoditas yang menjadi binaan Direktorat Jenderal Perkebunan.

Varietas Baru Tanaman Perkebunan

“Perlu dilakukan evaluasi terhadap varietas-varietas yang telah dilepas tersebut untuk mengetahui pengguna dan penerima manfaat bagi masyarakat atau petani/pekebun, sehingga apabila sudah dianggap tidak layak perlu dilakukan pencabutan keputusan pelepasan varietasnya,” tegas Andi Nur.

Lebih lanjut, Andi Nur menekankan perlunya melakukan kaji ulang secara menyeluruh terhadap seluruh aturan yang mengatur tentang perbenihan perkebunan mulai dari pencarian varietas unggul, pelepasan varietas, penetapan kebun induk, produksi benih sampai pemasukan dan pengeluaran benih tanaman perkebunan. “Jangan setengah-setengah melakukan review ini agar hasilnya bisa maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat petani/pekebun,” timpalnya.

Kemudian, Andi Nur menyampaikan bahwa pihaknya tengah membutuhkan varietas-varietas unggul untuk pengembangan, misalnya biji kakao yang kebutuhannya sangat tinggi bati sektor industri sehingga membutuhkan pasokan yang besar dan stabil.

“Untuk itu, dibutuhkan varietas kakao yang tahan hama dengan produktivitas yang tinggi, itulah salah satu usulan pelepasan varietas kakao yang diuji dalam sidang pelepasan varietas, begitupun dengan usulan dari komoditas yang lain,” tambahnya.

Dalam Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan kali ini sendiri telah diusulkan 10 proposal calon varietas yang terdiri dari komoditas kakao, kelapa sawit, kelapa, sagu, dan tembakau dengan masing-masing keunggulan dan spesifikasi yang dibutuhkan masyarakat petani/pekebun saat ini.

Pada kesempatan tersebut, Rasidin Azwar sebagai salah satu anggota Tim Pelepasan Varietas (TPV) Tanaman Perkebunan menyampaikan, dalam sidang ini Tim TPV bekerja secara profesional dengan menjunjung tinggi metode pelepasan varietas dengan tetap memperhatikan kebermanfaatan varietas tersebut bagi masyarakat petani/pekebun.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pengembangan Budi Daya dan Pascapanen Komoditas Pertanian, Andi Muhammad Syakir menyampaikan perlunya evaluasi terhadap metode pengujian dalam pelepasan varietas, dan di era saat ini dituntut untuk serba cepat, maka dibutuhkan metode serta inovasi baru dalam melakukan pelepasan varietas tanaman. “Jadi kita perlu cepat dengan tetap memperhatikan asas-asas pengujian demi kebermanfaatan bagi masyarakat petani/pekebun,” jelasnya.

Andi Nur kembali menuturkan, saat ini Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan dapat dilakukan kapanpun saat dibutuhkan, tidak perlu menunggu periode tertentu, sehingga sesuai kebutuhan. “Yang utama, tujuan untuk menghasilkan benih yang berkualitas dapat tercapai dan harus bisa berkelanjutan, sehingga perlu dilakukan kolaborasi antara para pemilik varietas dengan para produsen benih atau pihak yang akan memproduksi benih, jadi benihnya dapat bernilai secara ekonomis,” pungkasnya.


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *